•  
  • ,

Rabu, 28 November 2018 - 08:55:14 WIB
WORKSHOP PENGEMBANGAN RPS UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA 2018
Diposting oleh : Admin LP3M
Kategori: LP3M News - Dibaca: 791 kali

Serang (22-23/11/2018) Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa menyelenggarakan Rapat Pleno Pengembangan Kurikulum 2019 dan Workshop RPS Mata Kuliah Kurikulum 2019 bertempat di Hotel Le Dian Kota Serang pada kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Untirta Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat M.Pd, Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H.Fatah Sulaiman, ST., MT, Ketua LP3M dalam hal ini diwakili oleh sekertasis LP3M Syihabudin, M.SI, Ketua Panitia Maman Fathurrohman, Ph.D., Ketua LPPM, Para Dekan, Direktur Pascasarjana, Direktur Eksekutif isDB Untirta, Peserta Workshop lainnya, Narasumber Dr. H. M. Sukardjo, M.Pd dan Lipur Sugiyanta, Ph.D dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Dr. Maman Rumanta, M.Si Universitas Terbuka (UT), Kepala UPBJJ Serang.

Ketua Panitia Maman Fathurrohman, Ph.D. Menyampaikan bahwa kegiatan ini pada prinsipnya adalah kelanjutan pada bulan Mei 2017 yang lalu, kita menyelenggarakan Rapat Pleno yang hampir sama, oleh karena itu kita menyepakati beberapa hal yang sangat penting sekali, yang pertama adalah melakukan format RPS, dengan adanya RPS maka sampai saat ini sudah tidak ada lagi penggunaan Silabus dan penggunaan format lain dan semuanya mengacu kepada format yang sama tersebut dan yang kedua adalah bahwa tidak kalah pentingnya tentang standar atau format template untuk tugas akhir UAS atau skripsi dan yang ketiga adalah tentang adanya syarat TOEFL untuk sidang skripsi atau tugas akhir mahasiswa dan itu merupakan pencapaian yang sudah tercapai dari 2017 sampai tahun ini dan itu merupakan pencapaian kita bersama.

Langkah akhir dari kegiatan rapat pleno, dalam hal ini kita sampaikan yaitu ada beberapa hal tentang bagaimana kita finalisasi tahap akhir kemudian kita usulkan dan Insyaallah diberlakukan oleh pengesahan dari universitas dan SK Rektor pada semester gasal 2019 sampai 2020.

Terkait dengan hal ini ada beberapa hal mulai dari pedoman Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang juga perlu di update dan alhamdulillah sekarang sudah disiapkan, kemudian kita juga perlu mengatur penyelenggara kurikulum Universitas beberapa hal yang sudah di masukan saran dan akan diputuskan oleh tim dan itu merupakan keterbukaan informasi publik dan hal-hal lain dan perlu meningkatkan Untirta untuk maju, mutu, berdaya saing dan berkarakter kebersamaan pada tahun 2025

Setelah ini sudah diberlakukan tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah RPS, jadi setelah kurikulum berikutnya adalah RPS. RPS ini Emang kita harus selesaikan pada tahun ini, RPS harus sudah siap tahap berlakunya pada bulan Agustus, setidaknya sudah siap sekitar bulan April atau bulan Mei 2019, oleh karena itu workshop ini adalah di mana teman-teman dari UNJ dan UT berbagi dari teman-teman Untirta tentang RPSnya harus seperti apa, jadi kita sudah punya draft kurikulum dan draft matakuliah dan pada saat ini kita membahas RPS dan targetnya bulan April seluruh RPS itu kalau sesuai dengan standar aplikasi adalah 95% mata kuliah wajib ada RPS ya Untuk mencapai nilai maksimal dalam bidang akreditasi.

Sekertaris LP3M Dr. Syihabudin, M.SI yang mewakili Ketua LP3M menyampaikan bahwa ada beberapa dari Kajur kurikulumnya yang masih ditunggu jadi masih ada perbaikan, sebelum di buku kan dan ini Insyallah beralaku pada tahun 2019 Mudah-mudahan ini bermanfaat tentunya untuk ke depan Untirta dan para kajur hasilnya ini cuma element Unitrta dan mudah-mudahan mendapatkan barokah dari Allah subhanahu wa taala.

Rektor Untirta Prof. Dr. H. Sholeh Hidayat M.Pd saat dimintai keterangan bahwa kurikulum adalah jantungnya perguruan tinggi atau ibarat sebuah kendaraan kalau kendaraannya jelek maka sampainya juga akan lama karena itu kurikulum yang dikembangkan dan dibahas melibatkan berbagai pakar, diharapkan dapat membawa Untirta ke tujuan yang dicita-citakan sebagai lulusan yang kompeten berkualitas dan mempunyai kemampuan daya saing yang berkarakter dan itu merupakan kurikulum yang saya harapkan dan agar para dosen menjadikan kurikulum sebagai pedoman dan pegangan dalam membuat perencanaan maupun pelaksanaan prosedur dalam pembelajaran.

Dalam Sesi pertama, Pegembangan RPS dan Landasan Pendidikan oleh Narasumber Dr. H. M. Sukardjo, M.Pd Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Menjelaskan bahwa sebenarnya RPS itu sudah jelas di peraturan dan sekarang bagaimana kemampuan menulis dari mulai CPL, CPMK dan indikator dan itu merupakan kemampuan menulis dan untuk sasarannya adalah rata-rata dosen yang sudah pernah ada dan Workshop ini berbuat dan mengkoreksi serta bisa menjadi lebih baik harapannya adalah workshop ini sudah bagus tinggal ditindaklanjuti dengan isinya dan apa yang dikerjakan dapat di evaluasi dan Untirta dapat menjadi lebih baik untuk RPS nya dan ini sudah menjadi langkah yang bagus

Sesi ke dua tentang RPS dan Pembelajaran Online yang di jelaskan oleh Narasumber Lipur Sugiyanta, Ph.D bahwa kita memang sudah harus beralih dari pembelajaran yang tradisional dengan pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi mau nggak mau kita harus beralih kan dan memang lingkungan kita sudah berubah. Kendalanya biasanya budaya, kita sudah lama sekali menggunakan dan perkembangannya pun kita tidak bisa cepat dengan perubahan itu. Harapannya adalah meskipun belum sempurna tetapi dimulai untuk menggunakan pembelajaran blended learning.

Pada hari kedua (23/11/2018) Narasumber Dr. Maman Rumanta, M.Si dari Universitas Terbuka (UT) dan sebagai Kepala UPBJJ Serang dalam materinya menjelaskan bahwa sekarang pada Era digital harus semua perguruan tinggi didorong untuk menyelenggarakan pembelajaran yang sifatnya online, meskipun tidak sepenuhnya online tetapi bisa ada web desc online learning dan itu sudah tepat sekali untuk dilakukan oleh Untirta karena di Indonesia sedang gencar-gencarnya Kementerian untuk mendorong seluruh perguruan tinggi untuk mengikuti era digital. Sekarang kalau tidak salah sudah ketinggalan 17 tahun dengan yang lain, kalau misalnya kita tidak melakukan itu, semakin jauh kita tertinggal, sekarang sudah eranya digital dan di negara maju pun sudah menggunakan digital learning, targetnya Kementerian Ristekdikti meningkatkan APK perguruan tinggi dengan era digital. Untuk kendalanya, online learning memang dar segi SDM, kemudian dari sarana dan prasarana misalnya internet dan belum semua dosen melek teknologi dan ini memang memerlukan learning management system yang bagus dengan kebijakan. Untuk mencapai blended kita harus mencapai 30% sampai dengan 79% ,Jika 1% sampai dengan 29% itu merupakan webdesc learning onlineya, Jika kita ingin mencapai blended Itu adalah sebuah tantangan. Untuk harapannya Untirta bisa lebih progresif dalam mengikuti perkembangan zaman karena kalau sekarang perkembangan zaman nya sudah sangat cepat kalau dulu itu konvensional kalau sekarang sudah di era digital mobile bahkan sebentar lagi ada era robotik di mana pembelajaran nanti dosen pakai robot.

Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. H.Fatah Sulaiman, ST., MT menjelaskan bahwa rencana tindak lanjut dari kesepakatan pengembangan kurikulum 2019 dan seluruh yang hadir ketua Prodi Ketua GPM Rektor, Pimpinan Fakultas menyepakati bahwa 2019 akan menerapkan kurikulum baru dari hasil evaluasi besar dari kurikulum 2015 dan yang kedua penyiapan pemanfaatan pembelajaran blended learning, yang ketiga implementasi dari kesepakatan lembaga harus menyiapkan infrastruktur untuk mensukseskan pembelajaran blended learning dan itu akan disiapkan dari pelatihan infrastruktur jaringan dan perangkat komputer sebagainya dan Insyaallah untuk di Serang dan di Sindangsari sudah siap. Untuk harapannya kegiatan ini akan menambah upaya dalam rangka peningkatan kualitas pembelajaran sehingga mutu lulusan kita akan lebih baik dari waktu ke waktu.

 



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)